Welcome ReadeRsTood,u in My Blog now..

Stupid


“Hujan-hujan kok datang sih??”

“Khan pengen ketemu kamu”

“Udah deh nggak usah gombal”

“Kapan sih aku pernah bohong sama kamu?”

Senyum terkembang di bibirku,memang setahu ku Sandy selalu berkata jujur tentang perasaannya.Sore itu ia menghadiahkanku sebuah buku yang selama beberapa hari ini aku cari.Sandy adalah seorang yang sangat mengerti perasaanku sejak bersamanya aku merasa dunia begitu indah.Sesaat aku teringat pada surat cinta yang ia kirimkan pada ku,lima kata yang tersusun sangat rapi “I’m falling in love with u” sebelum akhirnya ia menghampiriku dengan senyum manisnya.

“udah maem?”,Tanya Sandy.

Ups,sentak aku terbangun dari lamunan.

“belum,mau beliin? Aku laper banget ney!”

“Iya deh,manja banget seh?”

Kembali ia tersenyum pada ku,entah sejak kapan aku merasa aku sangat menyayanginya.Senyumnya yang manis,perhatian yang selama ini ada untukku,tangan yang selalu menjaga ku,keteguhan hatinya,kesabaranya,membuat aku menyesal tak memilikinya sejak dulu.

Berjam-jam ku habiskan waktuku untuk menatapnya dan ia tak pernah menyuruhku berhenti melakukannya.Ia memang tak pernah dikatakan tampan oleh siapapun dan mereka juga selalu heran mengapa aku begitu menyayanginya.Coba mereka mengerti setiap lekuk wajah Sandy adalah kerja keras,kejujuran,semangat serta kemuliaan akhlaknya.Jika mereka tahu mungkin pertunangan kami tidak akan pernah berlangsung entah gadis mana yang akan beruntung memilikinya.

“Aku pulang dulu ya sayang”

“Besok kesini nggak?”

“Aku kan harus keluar kota sayang”

“Ya udah deh,tapi pulang kita langsung married kan?”

“iya sayang”

Perlahan langkahnya mulai menjauh dan perasaan gelisah terus ada sepanjang malam sebelum mataku tertutup dan sebelum sebuah pesan pendek darinya ku baca.

…Nice dream sayang…

Pagi ini begitu mendung dan belum juga ku terima kabar dari Sandy.Aku benar-benar takut sesuatu terjadi padanya,hingga akhirnya ku putuskan untuk bersiap-siap menyusulnya.Seolah aku memang ditakdirkan bersamanya bayangannya muncul dari balik jendela.Ku buka pintu dan segera memeluknya dan entah setan apa yang membuat ku tak bisa lepas darinya.Air mataku berhamburan begitu saja.

“Yasmin” sapanya pelan.aku tak bisa lepaskan tangan ku dari punggungnya dan perasaan tak mau kehilangan selalu menghantuiku.

“Aku pasti pulang kok?”

“Tapi lama khan?”

“Khan cuma tiga hari sayang?”

Kata-katanya yang selalu meyakinkan ku,membuat ku ikhlas untuk melepaskannya.Setelah berpamitan pada ku ia menjauh dan menghilang dari pandangan mataku.Aku takut mimpi-mimpi indah bersanya hanya akan menjadi bualan.Akhirnya gerimis datang juga menambah kecemasan ku.Sandy Aditya adalah pria pertama dan ku harapkan merupakan pria yang akan menemaniku hingga ujung usiaku nanti.

Matahari kembali ke Peraduannya dan puisi-puisi kerinduan ku belum juga selesai.Sambil membuang penatku ku tuangkan secangkir teh dan membuka jendela untuk menikmati Sore,duduk bersandar di sofa kesayangan ku dan Sandy membuat ku ingin tahu apa yang sedang dilakukannya sekarang mungkin ia masih sibuk dengan kertas-kertas di meja kerjanya.Dari jauh ku lihat Ega,sepupu Sandy dengan motornya berhenti di halaman depan rumah kos ku.

“Kak Yasmin!!”

“Ega”

“iya Kak”

“Ada apa Ga’ kok malam-malam kesini?”

“Mas Sandy Kak”

“Sandy kenapa?”

“Aku pengen Kakak tenang dulu”

“oke.Sandy kenapa?? Kenapa Ga’??”

“Mas Sandy lupa bawa kunci rumah Kak!! Gimana Kak?”

“aduh,kirain ada apa?”

“Ya,khan penting Kak!,besok waktu Mas Sandy pulang Tante sama kita sekeluarga mau ke rumah Eyang”

“Iya biar nanti Aku yang kasih kunci rumahnya,mana!”

“Cie seneng ney”

“kagak,udah sono pulang!”

“Ya udah Aku pulang ya Kak”

“Hufff.,..,kirain da apa”

Mataku mulai lelah dan bayang-bayang kekasihku mulai hilang melebur bersama mimpiku.Rencananya weekend nanti aku berencana menyusulnya karena mendadak tugas kerjanya diperpanjang dengan alasan yang tidak bisa ku mengerti.aku hanya membutuhkan waktu delapan jam untuk sampai ke kantornya.Tak ada hal tentangnya yang tidak ku ketahui karena empat tahun sudah cukup lama untuk mengenalnya.

Sebelum sampai ke kantornya aku masih terus berusaha untuk menghubunginya tapi ia selalu me-reject Panggialan ku.Pikiranku menjadi campur aduk dan seolah-olah saat ini aku tak bisa lagi berfikir rasional.Pikirku “Jam makan siang kok masih sibuk sih?”,pertanyaan ini yang selalu berkecambuk di benakku.

“Berhenti Pak!”

“Berapa Pak?”

“Rp.25.000 dari terminal Neng”

“Terimakasih ya Pak”

Taksi itu segera melaju kembali setelah aku turun,aku memang sengaja turun agak jauh dari kantor Sandy.Aku hampir sampai di halaman gedung itu,dan raut mukaku mulai berubah ketika ku lihat Sandy bersama seorang wanita muda mengobrol begitu akrab.Ku percepat langkahku dan menghampirinya.Tepat di hadapannya aku berdiri penuh amarah,tanpa mengizinkannya berkata sepatah kata pun tangan kananku melayang ke mukanya.

“Plak”

“Lhoh ini kenapa Say?”

“Gak usah ngomong! Aku udah tahu sekarang,jadi cewek ini yang buat kamu betah??”

“Bentar Aku jelasin dulu”

“Aku gak butuh penjelasan Kamu,Aku totol banget seh percaya sama kamu,Aku kira Aku udah kenal kamu,tapi apa? Ney cincin kamu Aku balikin”

“Kok gitu seh?”

“Yasmin,ini Anita Client Aku”

Seolah tidak lagi peduli penjelasannya Aku terus berlari meninggalkannya,ia pun menggejarku sampai tiba-tiba truk kuning itu melaju tepat di hadapan ku dan entah apa yang terjadi pada ku.Saat itu yang ku dengar hanya suara Sandy yang berteriak keras memanggil namaku.

“Yasmin…Awas!!”

Seperti Alien aku kini berada di tempat yang sama sekali tidak ku ketahui.Sepi dan orang-orang yang ada di sana Cuma mondar mandir kagak jelas.

“Apa aku mimpi ya?”

“Ini dimana?”

Kemudian aku mulai teringat kejadian siang tadi ketika truk kuning itu melaju di hadapan ku.

“Jangan-jangan Aku ada di akhirat?”

Aku benar-benar menyesali apa yang sudah terjadi,bagaimana kalau Anisa memang client Sandy.Air mata penyesalan mengalir tanpa henti,aku menangisi keegoisanku dan betapa tololnya aku.Kemudian duniaku goncang seperti gempa yang teramat dahsyat.

“Yas,bangun sayang!!”

“Yas..”

Samar-samar mataku mulai terbuka,dan tak kusangka suara Sandy yang ku dengar.Ya Tuhan rupanya aku di rumah sakit.Ketika ku angkat kedua tanganku rupanya Sandy telah menyelipkan cicin tunangan kami kembali.Perlahan ia menjelaskan apa yang sudah terjadi pada ku.

“Kok ketawa?,Tanya Ku.

“Sayang kamu lucu banget,kemarin itu kamu pingsan di pinggir jalan khan truknya mau belok kok kamu jatuh seh??”

“what??”

Yup.Sandy ketawa puas melihat ekspresi wajahku yang sumpah “konyol abiss”.Uh,stupid banget sih.

“Trus Anisa siapa San?”

“Sebenernya dia IO yang mau bantu ngrancang pernikahan kita nanti Say,gak mungkin khan pernikahan kita diundur gara-gara Aku kelamaan kerja trus kemari waktu makan siang Aku sempat-sempatin ngobrol buat bahas itu,gimana?”

“Aku kayak orang tolol ya?”

Sandy ketawa terus,melihat bibirku yang udah manyun kemudian ia berhenti dan bercerita tentang rencana pernikahan kami yang sudah ia persiapkan beberapa hari ini.Dan akhirnya Aku pulang bersama kebodohanku yang tidak akan pernah ku ulangi lagi.

0 komentar: